Minggu, 06 Desember 2020

Perkenalan diri



Nama saya Irene Tamara. Saya lahir di Malang, 18 Februari 2002. Saya anak kedua dari tiga bersaudara. Saya tinggal di Jl. Manggar no. 18 Dau, Malang bersama kedua orang tua dan saudara saya. Ayah saya bernama Susiawan Adi Cahyono dan ibu saya bernama Nurgiati. Ayah bekerja sebagai karyawan swasta di PT Kinocare Indonesia, sedangkan ibu bekerja sebagai perawat. Kakak saya bernama Irisha Augustine berumur 20 tahun sedangkan adik saya bernama Stevan Nathanael berumur 10 tahun. 

Saat ini saya sedang menempuh pendidikan dan berstatus sebagai mahasiswa prodi D3 Administrasi Bisnis di Politeknik Negeri Malang. Mengenai riwayat pendidikan saya, sebelumnya saya memulai pendidikan di TK Immanuel hingga naik ke jenjang pendidikan dasar di SD Immanuel. Setelah itu saya melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 01 Batu lalu naik ke jenjang sekolah menengah atas di SMA Negeri 01 Batu.

Saya memiliki cita-cita menjadi "succesfull bussines woman" yang menciptakan usaha sendiri dan peluang kerja untuk orang lain. Saya sedang berusaha untuk mencapai cita-cita tersebut dengan memulai ide bisnis kecil-kecilan dan banyak belajar dari orang lain. Selain itu, saya memiliki hobi bernyanyi dan bermain musik. Walaupun dalam bermusik saya termasuk dalam tahapan belajar, musik dan lagu dapat membantu saya terhindar dari stress.

Aktivitas sehari-hari saya sebagai mahasiswa tentunya kuliah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Namun, pada masa pandemi seperti ini belum diperkenankan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di kampus, sehingga pembelajaran dilaksanakan secara daring melaui berbagai media seperti Zoom, Whatsapp, GMeet, Google Classroom, dan masih banyak lagi. Metode ini menuai banyak pendapat, baik pro maupun kontra dari para pengajar (dosen) maupun para mahasiswa.

Tentunya dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran secara daring ini ada sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya, kita dapat menghemat waktu dan biaya untuk perjalanan yang biasa dilakukan dari rumah ke kampus, selain itu kita tidak perlu membuang-buang waktu dan biaya untuk mengeprint atau mengumpulkan tugas dalam bentuk hardcopy kepada dosen. Sisi negatifnya berasal dari berbagai kendala yang dialami selama proses pembelajaran daring, diantaranya ketidak stabilan jaringan yang menyebabkan kurangnya penyerapan materi yang disampaikan terutama saat dosen mengadakan virtual meeting. Yang kedua, berita penting atau pengumuman yang disampaikan dari kampus kurang direspon atau tersampaikan dengan baik. Yang ketiga, sering terjadinya miss komunikasi antara dosen dengan mahasiswa. Yang keempat, tidak dapat melaksanakan praktek dengan baik terutama bagi politeknik yang mana lebih banyak membutuhkan praktek daripada teori. 

Mengingat bahwa kondisi yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran luring, maka kita sebagai mahasiswa harus tetap semangat dalam menimba ilmu. Kita harus pintar membagi waktu serta tidak melupakan tanggung jawab kita sebagai anak dan mahasiswa. Jika kita disiplin dan taat, maka kita pasti bisa dengan  mudah menjalaninya. Jangan malas untuk mempelajari lebih banyak referensi dan pengalaman serta jangan lupa bersyukur! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kuisioner Evaluasi Pembelajaran Daring Tahun 2020

Adanya virus covid-19 menyebabkan banyak perubahan pada hampir semua bidang, salah satunya pendidikan. Pembelajara jarak jauh atau daring in...